Siapa sih yang enggak mau websitenya berada di halaman pertama pencarian ?!

Sepertinya semua setuju kalau posisi konten yang semakin menanjak bahkan mencapai halaman pertama adalah hal yang ditunggu-tunggu para pemilik website.

Lalu, bagaimana bila konten tidak berada di halaman pertama? Apakah pemilik website akan mengalami kerugian? Dan apa pentingnya sih konten yang berhasil menempati halaman pertama?

Di artikel ini kamu akan menemukan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan halaman pertama google.

Selain itu, artikel ini juga akan membahas tentang pentingnya memilih server yang tepat agar website mampu menempati halaman pertama.

Sebelum itu, mari memahami pengertian dari konten dan website.

Website adalah halaman di internet yang akan muncul bila kamu melakukan pencarian dengan kata kunci tertentu.

Website yang muncul ini berkaitan dengan kata kunci yang kamu tuliskan dalam kotak pencarian.

Sedangkan konten adalah isi dari sebuah website. Biasanya konten mengusung tema tertentu yang disebut dengan istilah niche.

Jadi, yang bisa menempati urutan pertama itu konten apa website?

Jawabannya adalah dua-duanya. Website akan merekomendasikan konten yang paling sesuai dengan kata kunci pencarianmu.

Nah, sampai di sini sudah paham kan?

Cus lanjut ke pembahasan berikutnya……

Apa arti halaman pertama google?

Mencapai halaman pertama pada pencarian di google itu adalah pencapaian yang sangat berarti lho.

Coba saja kamu menulis sebuah konten pada website dengan menggunakan kata kunci tertentu.

Kemudian setelah beberapa minggu, cobalah untuk melakukan pencarian di google dengan menggunakan kata kunci pada kontemu tadi.

Dan tadaa… bagaimana hasilnya?

Jika kontenmu sudah berada di hasil pencarian halaman pertama berarti tujuanmu sudah tercapai. Tapi kalau belum, makan kamu harus memeriksa kembali artikelmu baik dari sisi On-Page maupun Off-Page nya.

Lhoh ada lagi istilah On-Page dan Off-Page, kira-kira artinya apa ya?

Jadi, On-Page dan Off-Page adalah istilah optimasi website dengan mengikuti aturan SEO atau Search Engine Optimazation.

SEO On-Page adalah langkah optimasi dari dalam website sendiri. Sedangkan SEO Off-Page adalah langkah optimasi dari luar website.

Langkah optimasi ini selain berhubungan dengan halaman pertama google juga berhubungan dengan sistem ranking pada hasil pencarian.

Nah, bagaimana sih google merangking sebuah website, simak penjelasannya di bawah ini ya…

Ranking 1 Atau Ranking 0?

Sebenarnya tujuan utama mengoptimasi website menggunakan SEO adalah tercapainya halaman pertama di google atau bahkan rangking 1 di list pencarian.

Berhasil atau tidaknya SEO dilihat dari tinggi rendah peringkat dari hasil pencarian dengan kata kunci yang telah dioptimasi.

Untuk mengetahui rangking sebuah website, kamu bisa mengeceknya melalui situs Alexa Rank maupun SERPRobot.

Biasanya nih, dalam sekali pencarian di google, search engine ini akan merekomendasikan sekitar 10 halaman, bisa kurang atau lebih tergantung seberapa banyak user yang telah membuat konten dengan kata kunci yang sedang kamu cari.

Banyaknya halaman yang direkomendasikan oleh google ini tidak akan mungkin dibuka semua oleh user, sehingga yang sangat berpotensi untuk dibuka user adalah halaman pertama saja.

Apakah tidak mungkin user membuka halaman ke-2 atau ke-3? Jawabannya mungkin saja, tapi kemungkinannya lebih kecil dibandingkan membuka website pada halaman pertama.

Jadi, mengamankan posisi pada halaman pertama dalam pencarian google itu sangat penting.

Bahkan kalau bisa, website tidak hanya berada di halaman pertama, tetapi juga rangking satu.

Eits rangking satu? Apa enggak salah?!

Berdasarkan update terbaru dari google, menempati halaman pertama dan rangking satu memang sangat penting. Namun, belakangan google mengeluarkan sebuah fitur bernama featured snippet atau cuplikan unggulan.

Yup, di featured snippet google memberikan prioritas pada website yang kontennya paling direkomendasikan berdasar kata kunci yang dicari user.

Featured snippet letaknya ada di sebuah kotak di bawah kolom pencarian. Biasanya berisi cuplikan artikel pada website yang dianggap paling sesuai dengan kata kunci pencarianmu.

Featured snippet inilah yang kemudian sering disebut dengan istilah ranking 0 atau rank zero.

Nah, sebenarnya apa sih kriteria sebuah konten agar diberi prioritas featured snippet oleh google?

Featured Snippet

Jadi, untuk bisa mendapat tempat di featured snippet, sebuah konten harus memenuhi persyaratan berikut ini:

  • Enggak musti dapat rank 1 dulu tetapi bisa juga berada di halaman 1
  • Gunakan title tag H2/H3 pada sub judul
  • Gunakan keyword agak panjang (lebih dari 2 kata)
  • Masukkan keyword pada sub-judul
  • Buat artikel berformat how to atau berupa listicle
  • Masukkan keyword LSI

Untuk mengetahui keyword apa saja yang sudah memiliki posisi di halaman pertama, kamu bisa mengeceknya melalui Ahrefs maupun MOZ pada menu organic keyword ->  SERP Features -> Featured Snippet.

So, apakah kamu sudah siap untuk menduduki featured snippet?

Biar pembahasannya semakin nyambung, selanjutnya akan dibahas tentang salah satu bagian terpenting dari sebuah website, yaitu server.

Langsung aja baca uraiannya di bawah ini

Apa pentingnya server hosting untuk website

Sebelum membahas tentang server secara menyeluruh, kamu mesti tahu nih perbedaan dari domain hosting, dan server hosting.

Ketiga istilah tersebut adalah hal paling penting yang mesti diketahui dalam membangun sebuah website.

Domain adalah alamat dari website yang biasanya berakhiran .com, .id, .net, .biz dan lain-lain

Sedangkan hosting adalah tempat menyimpan data-data pada websitmu. Data ini baru bisa dibuka oleh pengguna internet apabila sudah memiliki tempat penyimpanan.

Jadi, pada awalnya para pengguna internet akan menulis alamat domain, kemudian domain akan mengarahkan pengguna internet pada hosting untuk dapat menampilkan informasi yang diinginkan pengguna.

Lalu, apa itu server? Apa bedanya dengan web hosting?

Server bisa disebut sebagai tempat penyimpanan data yang ada dalam bentuk hardware dan software. Pada bentuk hardware, server memiliki RAM maupun hardisk sebagaimana komputer. Sedangkan dalam bentuk software, merupakan sebuah sistem yang menyediakan layanan penyimpanan data.

Jadi, bisa disimpulkan kalau tugas server adalah membantu hosting dalam menyimpan data untuk ditampilkan pada pencarian di browser. Karena fungsinya saling mendukung, maka kedua istilah tadi sering digabung menjadi “server hosting” atau web hosting.

Apabila server tidak ada, maka bisa dipastikan website tidak akan mampu memenuhi permintaan peselancar dunia internet, karena tidak ada yang mengontrol akses jaringan.

Lalu, apakah hanya ada satu jenis server hosting/web hosting aja?

Ternyata tidak, ada beberapa jenis server hosting/web hosting yang punya kelemahan serta kelebihan yang berbeda-beda. Kadang ada yang cocok banget untuk pemula, kadang juga ada yang memerlukan biaya sangat besar.

Jenis-jenis web hosting

jenis-jenis-server-hosting

Apa aja jenis dari web hosting itu?

1.   Shared Hosting

Shared hosting menjadi salah satu pilihan yang paling tepat kalau kamu belum berpengalaman dengan dunia perhostingan. Jenis layanan web hosting ini paling cocok digunakan untuk website pemula. Jadi belum memiliki traffic yang banyak dan tetap.

Shared hosting memiliki kelebihan:

  • Harganya terjangkau daripada jenis server hosting/web hosting lainnya.
  • Kendali, pengelolaan dan konfigurasi server digerakkan sepenuhnya oleh penyedia
  • Sumber daya yang digunakan termasuk kecil

Di lain sisi, Shared Hosting pun memiliki kekurangan:

  • Karena sumber daya yang digunakan termasuk kecil, maka tentunya sangat terbatas
  • Shared hosting pasti digunakan untuk beberapa website, jadi kalau salah satu website overload, maka akan berdampak pada yang lainnya.
  • Pemilik website tidak dapat mengakses konfigurasi server

2.   Cloud Hosting

Kalau website kamu memerlukan sumber daya yang lebih besar, tapi nggak punya bidang keahlian yang bisa mengatur tentang server, maka Cloud Hosting adalah jawabannya. Beragam kemudahan shared hosting bisa kamu dapatkan dalam cloud hosting, tetapi dengan kapasitas bandwidth yang lebih besar.

Terus selain bandwidth yang lebih besar, ada beberapa kelebihan lain dari Cloud Hosting. Apa aja?

  • Pengaturan teknis sudah full mnaged, jadi kamu nggak perlu repot-repot mengelola teknis dari servernya.
  • Data dalam website diduplikasi dalambanyak server, sehingga bila server yang satu bermasalah, masih ada server lainnya yang bisa diaktifkan untuk menjalankan website. Jadi nggak perlu takut server down.
  • Sumber daya server hostingnya tidak dibag-bagi. Itu berarti kamu tidak akan terpengaruh oleh website lainnya.

Tentunya Cloud Hosting juga memiliki kekurangan. Apa aja?

  • Karena pengaturan servernya tidak dipegang pemilik, maka ketika pemilik server hosting ini ingin mengetahui pengaturan servernya, perlu menghubungi penyedia server hosting/web hosting.
  • Biayanya sedikit lebih mahal daripada shared hosting

Jadi kalau disimpulkan, Cloud Hosting paling cocok digunakan buat kamu yang ingin sumber daya yang besar, tetapi nggak perlu ribet mikir pengelolaan secara mandiri.

3.   VPS Hosting

VPS Hosting adalah jenis hosting yang punya sumber daya secara mandiri atau terdedikasi. Artinya, website kamu berbagi server dengan website lain, tetapi sumber daya yang digunakan tidak akan terpengaruh satu sama lain.

Apa aja yang menjadi kelebihan dari VPS hosting?

  • Kemudahan shared hosting bisa kamu dapatkan, tetapi sumber dayanya bersifat dedicated.
  • Pemilik website bebas mau memilih mana sistem operasi server yang digunakan. Biasanya pemilik akan memilih berdasarkan sumber daya dan kebutuhan website.
  • Di VPS Hosting, kamu bebas menentukan jenis panel kontrol yang kamu gunakan untuk website. Lebihnya lagi, server hosting ini menyediakan panel kontrol canggih seperti Webuzo dan VestaCP
  • Root Accessnya bisa diubah sesuai pengaturan dari server hosting yang digunakan pemilik website.
  • Website memiliki dedicated IP, jadi reputasi website nggak terpengaruh dengan IP website lain.
  • Harganya lebih murah daripada Cloud Hosting

 

Kekurangan VPS Hosting adalah

  • Pemilik website adalah yang memegang kendali tentang pengelolaan server, atau self managed.

Kesimpulannya, jenis server hosting ini paling cocok digunakan untuk pemilik website yang membutuhkan sumber daya yang besar dan memerlukan root access.

4.   Dedicated Hosting

Decicated Hosting merupakan layanan server hosting yang menjadi upgrade VPS Hosting. Dedicated hosting menjadi salah satu hosting yang hanya digunakan oleh satu pengguna. Apa aja kelebihannya Dediated Hosting?

  • Terhindar dari downtime karena satu server hanya digunakan untuk seorang pemilik website aja.
  • Server penyimpanan lebih banyak daripada ketiga server hosting lainnya.
  • Bebas memilih sistem operasi pael kontrol yang sesuai dengan kebutuhan website, dedicated IP dan root access.

Selain kelebihan, Dedicated Hosting pun memiliki kelemahan. Apa aja?

  • Biayanya cukup mahal dibanding dengan jenis server hosting lainnya
  • Pemilik website harus memiliki sumber daya yang bisa mengatur dan mengelola hosting.

 

Setelah mengetahui 4 jenis server hosting di atas, kira-kira mana yang menurut kamu paling tepat untuk website?

Semua memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pemilihan server hosting yang sesuai dengan kebutuhan website akan membuat website menjadi lebih baik.

Tetapi kalau tujuannya untuk membuat website menjadi halaman pertama Google, kira-kira server hosting mana yang paling tepat?

Keep reading deh!

Server apa yang paling cocok untuk membuat websitemu meraih halaman pertama google?

Nurjaya.com menyarankan kamu untuk menggunakan VPS hosting. Kenapa? Coba ingat kembali kelebihan dan kekurangan masing-masing server hosting.

VPS Hosting menjadi primadona karena kelebihannya banyak. Mulai dari sumber daya yang digunakan bersifat terdedikasi atau mandiri, jadi antar website lainnya nggak saling terpengaruh. Belum lagi biayanya cukup murah daripada Dedicated Hosting.

Tetapi tentu kamu perlu pengaturan server supaya website yang kamu kelola siap menduduki halaman pertama Google. Apa aja? Keep reading!

Cara setting server

Sebagai contoh, mari menggunakan layanan server hosting Vultr. Kamu boleh menggunakan jasa penyedia server hosting yang lainnya, asal sesuaikan pengaturan servernya dengan contoh di bawah ini.

Mulailah deploy server melalui Vultr dengan komposisi sebagai berikut:

  • Server: Cloud Compute
  • Location: kamu bisa memilih bebas dimana aja, nggak harus didekatkan dengan target pembaca.
  • Operating System: gunakan Ubuntu 18.04 x 64
  • Serves Size: coba gunakan dengan $5

Selain komposisi pokok di atas, pengaturan lainnya bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan website kamu. Setelah itu save semua komposisi dan tunggu sekitar 15 menit supaya proses deployment berjalan lancar.

Pilih Runcloud Buat Install Server

Ssst, kalua udah sampai sini, maka pembahasannya makin seru. Ini adalah core of the core kenapa website bisa nampang di halaman pertama Google. Jadi siapin catetan dan pikiran kamu ya!

Kita mulai pembahasannya.

Pertama, kamu nggak perlu pusing-pusing mikirin pengaturan server ikut A, B, C, D atau yang lainnya. Tinggal ikutin pengaturan Runcloud dan semuanya bakalan beres.

Kenapa?

  • Pertama Runcloud adalah leading industri di bidang VPS
  • Runcloud mempunyai sumber daya tim paling ahli dalam meracik modul yang akan diterapkan dalam server.
  • Keamanan website kamu akan terjaga kalau menggunakan Runcloud
  • Desan dan fungsi dari Runcloud udah pas dengan WordPress. Jadi bisa dikatakan Roundcloud termasuk WordPress Friendly. Apalagi modul yang digunakan sudah sejalan dengan kebutuhan CMS di WordPress
  • Modul up to date
  • Banyak ekspert di bidang SEO merekomendasikan Roundcloud.
  • Gratis

Sedikit tips dari Nurjaya.com buat pengaturan Runcloud:

  1. Kalau mau mengkoneksikan server baru, maka jangan lupa untuk membuat akun Runcloud yang baru. Ohiya, pada versi yang gratis kamu hanya bisa menyambungkan 1 akun ke 1 server.
  2. Fitur di Runcloud berbayar itu worth it, jadi jangan ragu kalau mau beli. Eh, tapi kami bukan mau iklan Runcloud ya!

Poin Penting tentang WordPress yang Perlu Diingat!

Ingat kamu nggak perluinstall WordPress secara manual pakai SSH, coba pakai Runcloud. Runcloud punya pengaturan dan mekanisme proses installasi WordPress yang lebih baik ketimbang SSH.

Itu dia akhir dari pembahasan “Mau nampang di Halaman Pertama Google? Ini Rahasia Setting Servernya!”. Kalau masih belum jelas atau mau tanya-tanya detail boleh kita chi chat lewat kolom komentar ya! Yuk ubah kolom komentar jadi tempat diskusi!

Semoga Bermanfaat!